Minggu, 23 November 2008

PTK

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
(Classroom Action Research)

Setiap mendengar istilah penelitian, para guru seringkali menganggap hal itu sebagai suatu kegiatan yang sulit dan berat. Bayangan yang datang kemudian adalah untuk dapat menyelesaikan suatu penelitian kita harus menggunakan statistic dan metodologi yang membuat pusing. Apabila anda sebagai seorang guru merasa bahwa proses pembelajaran yang anda praktikkan sehari-hari di kelas tidak bermasalah, maka tidak perlu di laksanakan penelitian. Tetapi yang menjadi masalah biasanya adalah kita tidak bisa objektif dalam menilai diri sendiri, yang terjadi adalah seorang guru telah melakukan kekeliruan bertahun-tahun tetapi ia tidak menyadarinya.

1. Apakah PTK itu ?
PTK adalah penelitian tindakan kelas atau sering disebut classroom action research yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau disekolah tempat ia mengajar, dengan penekannan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses pembelajaran. Dalam PTK guru dapat melakukan penelitian sendiri terhadap proses pembelajaran di kelas atau juga secara kolaboratif bekerjasama dengan guru atau peneliti yang lain.
Dalam prakteknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui prosedur penelitian yang mencakup empat langkah yaitu perencanaan (Planning), tindakan (Action), observasi (Observation) dan Refleksi (Reflection). Empat langkah utama yang saling berkaitan itu dalam pelaksanaanya disebut satu siklus. Kemudian secara visual tahapan pada setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Perencanaan (planning)
Kegiatan perencanaan mencakup (1) identifikasi masalah, (2) analisis penyebab adanya masalah, (3) pengembangan bentuk tindakan (aksi) sebagai pemecahan masalah.
Untuk keperluan identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
1. Masalah harus benar-benar terjadi dan dirasakan oleh guru pada saat melaksanakan tugas ( on the job problem oriented). Sebagai contoh sebagian besar siswa (80%) pemahaman konsep fisika tentang gerak melingkar masih kurang dimana siswa belum mencapai batas ketuntasan belajar yaitu 60. Masalah pembelajaran di kelas inilah yang bisa digolongkan sebagai masalah nyata (riil) karena didukung dengan data yang betul-betul dapat dipertanggungjawabkan dan dipunyai oleh guru.
2. Problematik, artinya masalah perlu dipecahkan berkaitan dengan tanggung jawab dan wewenang tugas seorang guru, karena tidak semua masalah pembelajaran secara riil bisa dikategorikan sebagai masalah yang problematic.
3. Memiliki manfaat yang jelas, artinya pemecahan masalah yang dilakukan akan memberikan manfaat yang jelas bagi siswa dan guru karena ada kemungkinan kalau masalah tidak segera diatasi akan menganggu penguasaan kompetensi berikutnya.
Setelah guru menemukan masalah, perlu segera melakukan langkah identifikasi penyebab munculnya masalah. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap penyebab adanya masalah yang akan dijadikan landasan berfikir untuk mencari alternative suatu tindakan (aksi) yang dapat dikembangkan sebagai bentuk solusi atau pemecahan masalah.

b. Tindakan (Acting)
Dalam menentukan bentuk tindakan (aksi) yang dipilih perlu mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : (a) apakah tindakan (aksi) yang dipilih telah mempunyai landasan berfikir yang mantap, baik secara kajian teoritis maupun konsep? (b) apakah alternative tindakan yang dipilih dipercayai (diasumsikan) dapat menjawab permasalahan yang muncul ? (c) bagaimanakah cara melaksanakan tindakan dalam bentuk strategi langkah-langkah setiap siklus dalam proses pembelajaran di kelas ? (d) bagaimana cara menguji tindakan sehingga dapat dibuktikan telah terjadi perbaikan kondisi dan peningkatan proses dalam kegiatan pembelajaran kelas yang diteliti ?
Jawaban sementara atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas disebut hipotesa tindakan yaitu alternative tindakan yang dipandang paling tepat atau dipercaya oleh dari peneliti akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Setelah ditetapkan bentuk tindakan (action) yang dipilih sesuai dengan rencana pelaksanaan tindakan, maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan tindakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan scenario pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru.
c. Observasi (observation)
Kegiatan observasi atau pengamatan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran yang lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pembelajaran, dan pengaruh dari tindakan yang dipilih terhadap kondisi kelas dalam bentuk data. Data yang dihimpun melalui pengamatan ini meliputi data kuantitatif dan data kualitatif sesuai dengan indicator yang ditetapkan.
Kegiatan pengambilan data dapat dilakukan diantaranya dengan cara :
1. Observasi atau pengamatan (non tes), bagaimana anak mempersiapkan alat dan bahan , bagaimana anak menggunakan alat, bagaimana sikap anak ketika mengerjakan tugas dll.
2. Wawancara (non tes) terhadap anak yang memiliki perbedaan kemamuan dll
3. Angket (non tes), sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis yang berguna untuk mengungkap tanggapan balik siswa dan dampak dari aktivitas tindakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada oranglain bersedia memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. (Riduwan, 2004:99). Angket dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Angket terbuka dan angket tertutup
a. Angket terbuka
Adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaanya.
Contoh 1:
Pendidikan apa saja yang pernah saudara ikuti ? tulislah dengan sebenarnya, di mana dan tahun berapa lulusnya.
No Tingkat Pendidikan Tempat Tahun Kelulusan
1
2
3

Contoh 2 :
Bagaimanaka pendapat saudara tentang dibentuknya dewan sekolah ?
........................................................................................................................
b. Angket Tertutup
Adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (X) atau ceklist(√)
Contoh 1 :
Apakah saudara termasuk mahasiswa yang aktif dalam organisasi ?
a. Ya b. Tidak
Contoh 2:
No Pernyataan Alternatif Jawaban
4 3 2 1
S CS KS BS
1 Sekolah merencanakan, mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah

Ket :
4 = siap (S), 3 = Cukup Siap(CS), 2 = Kurang Siap (KS), 1 = Belum Siap (BS)
4. Dokumentasi (non tes) berupa gambar atau photo PBM.
5. Catatan Harian.
Banyak manfaatnya guru mempunyai catatan harian. Isinya antara lain adalah catatan pribadi tentang pengamatan, perasaan, tanggapan, penafsiran, refleksi, firasat, hipotesis dan penjelasan (Kemmis dalam Elliott, 1991:77). Catatan tidak hanya melaporkan kejadian lugas sehari-hari, melainkan juga mengungkapkan perasaan bagaimana partisipasi di dalam penelitian.
6. Catatan Lapangan (Field Notes)
Sumber informasi yang sangat penting dalam penelitian ini adalah catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti/mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi. Berbagai aspek pembelajaran di kelas, hubungan interaksi guru dengan siswa, interaksi siswa dengan siswa, iklim sekolah, dsb.
7. Nilai Ulangan (tes), penilaian hasil tugas yang dilakukan guru lain sejenis.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data berkaitan dengan observasi ini adalah :
(1) Jenis data yang dihimpun memang diperlukan dalam rangka implementasi tindakan perbaikan,
(2) Indikator-indikator yang ditetapkan harus tergambarkan pada perilaku siswa dan guru secara terukur,
(3) Kesesuaian prosedur pengambilan data,
(4) Pemanfaatan data dalam analisis dan refleksi
d. Refleksi (reflection)
Refleksi dilakukan untuk mengadakan upaya evaluasi yang dilakukan guru dalam tim pengamat dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi dilakukan dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul di kelas penelitian yang diperoleh dari analisis data sebagai bentuk dari pengaruh tindakan yang telah dirancang. Pada tahap ini juga ditelaah aspek-aspek mengapa, bagaimana, dan sejauh mana tindakan yang dilakukan mampu memperbaiki masalah secara bermakna. Berdasarkan masalah-masalah yang muncul pada refleksi asil perlakuan tindakan pada siklus pertama, maka akan ditentukan oleh peneliti apakah tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan masalah sudah mencapai tujuan atau belum. Melalui refleksi inilah maka peneliti akan menentukan keputusan untuk melanjutkan siklus selanjutnya. Misalnya target yang telah ditetapkan anak harus mendapatkan nilai 70, ternyata hasil pada siklus I baru mencapai nilai 68 maka perlu dilakukan tindakan perbaikan (replanning) pada siklus II

2. Masalah-masalah apa yang dapat dikaji melalui PTK ?
Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar, maka permasalahan PTK cukup luas, diantaranya sebagai berikut :
a. Masalah belajar siswa di sekolah, misalnya permasalahan belajar di kelas, kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, mistrategi, dll
b. Pengembangan pfrofesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan, pelaksanaan dan evaluasi program pegajaran.
c. Desain dan strategi pembelajaran di kelas, misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar tradisional dengan metode mengajar baru).
d. Alat bantu, media dan sumber belajar misalnya masalah penggunaan media, perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas.
e. Sistem assesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran
f. Masalah kurikulum, misalnya implementasi KBK; urutan penyajian materi pokok; interaksi guru – siswa; siswa- materi ajar dsb.
3. Menyusun Usulan PTK
Pada umumnya usulan PTK terdiri atas :
1. Judul PTK
Judul hendaknya ditulis degan singkat dan spesifik. Hal utama yang seharusnya tertulis di dalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan, (misalnya peningkatan prestasi belajar) dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya ( misalnya penggunaan model pembelajaran kooperatif).
Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi, misalnya di mana penelitian dilakukan, kapan, dikelas berapa, dan lain-lain
2. Bab I .Pendahuluan
3. Bab II Kajian Pustaka
4. Bab III. Metodologi Pelaksanaan
5. Bab IV. Hasil dan Pembahasan
6. Bab V. Simpulan dan Saran

Format Pembuatan Laporan
SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL (KALAU ADA)
DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA)
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya
C. Tujuan
D. Manfaat
E. Hipotesis Tindakan (bila diperlukan)
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
B. Temuan Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pikir

BAB III PELAKSANAAN
A. Lokasi dan Waktu
B. Subjek
C. Prosedur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. Contoh Perangkat Pembelajaran
2. Instrumen
3. Data

Penjelasan
ABSTRAK
Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan, tujuan, prosedur, dan hasil PTK. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11, huruf Arial dalam bahasa Indonesia Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata kunci sebanyak 3–5 kata. Pada bagian ini ditulis dengan ringkas hal-hal pokok tentang (a) permasalahan, khususnya rumusan masalah, (b) tujuan, (c) prosedur pelaksanaan PTK, dan (d) hasil penelitian.

KATA PENGANTAR
Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK.
DAFTAR ISI
Daftar isi memuat bagian awal laporan, bab dan sub-bab, bagian akhir, disertai pencantuman nomor halamannya.
DAFTAR TABEL
Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya.
Penulisan Tabel dan Gambar/Grafik/ Bagan
a. Semua bentuk tabel dan gambar kecuali tabel kerja dalam analisis statistik, diberi nomor urut dengan angka arab (1,2,3 dst)
b. Judul tabel harus ditulis di atas tabel, dengan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata sambung.
c. Judul gambar (grafik dan bagan dianggap sebagai gambar) ditulis di bawah gambar, dengan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata sambung.
d. Judul tabel dan gambar maupun isi tabel yang lebih dari satu baris, ditulis dengan jarak satu spasi.

DAFTAR GAMBAR
Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertaii pencantuman nomor halamannya. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses Penelitian berlangsung dan berguna antara lain, untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan.
Sistem penomoran pada isi Laporan
Penomoran menggunakan pola tata urutan sebagai berikut :
Tingkat pertama, menggunakan angka romawi besar : I, II, III dst
Tingkat ke 2, dengan huruf latin besar: A, B, C dst
Tingkat ke 3, dengan angka arab : 1, 2, 3 dst
Tingkat ke 4, dengan huruf latin kecil: a, b, c dst
Tingkat ke 5, dengan angka arab, satu kurung tutup: 1), 2), 3) dst
Tingkat ke 6, dengan huruf latin kecil, satu kurung tutup: a), b), c) dst
Tingkat ke 7, denganangka arab, dua kurung: (1), (2), (3) dst
Tingkat ke 6, dengan huruf latin kecil, dua kurung : (a), (b), (c) dst
Bab I. Pendahuluan
Pendahuluan berisi uraian tentang pentingnya masalah yang mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu, biaya, dan daya dukung lainnya yang tersedia.
A. Latar Belakang Masalah
Masalah yang dikemukakan merupakan refleksi dari pengalaman nyata dalam pembelajaran yang diampu oleh guru. Masalah yang akan dipecahkan didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru. Identifikasi masalah disertai dengan data pendukung dan dianalisis untuk menentukan akar penyebab masalah. Selanjutnya dikemukakan deskripsi dan analisis penyebab serta pemecahan masalah yang bersifat inovatif yang mungkin dapat dilakukan. Masalah yang akan dipecahkan bukan hasil kajian akademik (teoretik) atau hasil kajian empiris terdahulu, tetapi masalah nyata pembelajaran di kelas/laboratorium
B. Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahannya
1. Rumusan Masalah
Masalah PTK dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya atau kalimat berita. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup pengembangan inovasinya.
2. Rencana Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah PTK dirancang dalam bentuk tindakan. Alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah perlu diidentifikasi. Argumentasi logis terhadap pilihan tindakan untuk memecahkan akar penyebab masalah perlu disajikan. Hipotesis tindakan dikemukakan bila diperlukan.
C. Tujuan
Tujuan PTK dirumuskan secara singkat, jelas, dan spesifik berdasarkan permasalahan yang dikemukakan. Bila tujuan kurang spesifik, perlu dirumuskan indikator/kriteria keberhasilan yang realistik, dapat diukur, dan jelas cara asesmennya.
D. Manfaat
Manfaat hasil pengembangan inovasi khususnya untuk perbaikan kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran diuraikan secara jelas. Perlu juga dikemukakan manfaatnya bagi peserta didik, guru/dosen, dan komponen pendidikan terkait di sekolah.
Bab II. Kajian Pustaka
Kajian pustaka, berisi uraian kajian teoretis dan empiris (hasil penelitian/pengembangan inovasi terdahulu yang relevan), digunakan sebagai landasan pemilihan tindakan. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir yang menunjukkan keterkaitan antara masalah, teori, hasil pengembangan inovasi terdahulu yang relevan, dan pilihan tindakan. Kerangka berpikir tersebut dapat digambarkan dalam bentuk bagan, diagram, uraian argumentatif, atau bentuk penyampaian lainnya.
Penulisan Kutipan
1. Setiap kutipan harus diulas atau diberi komentar oleh peneliti
2. Kutipan < 5 baris, maka masuk ke dalam teks dan diberi tanda petik
Contoh :
Menurut faham konstruktivisme, ” anak membangun pengetahuan di dalam pikirannya ” (Bodner, 1996:893).
Dalam pikiran siswa terbentuk bangunan mental yang menggambarkan fenomena alam sekitarnya dan disebut sebagai konsepsi.
Ratna Wilis (1988: 150) berpendapat bahwa ,” isi merupakan perilaku anak sebagai tanggapan terhadap berbagai masalah atau situasi yang diadapinya”. Jadi isi merupakan penerimaan pikiran yang tercermin dalam perilaku anak.
3. Kutipan ≥ 5 baris, ditulis dalam bagian tersendiri tanpa tanda petik. Ditulis menjorok ke dalam 5 ketukan dari margin (batas) kiri, ditulis dengan spasi tunggal(satu spasi).
Contoh :
Bagi siswa Sekolah Dasar juga perlu belajar sains. Hal ini sesuai dengan pendapat :
Sains sangat berpengaruh terhadap skill siswa dapat melatih berfikir secara logis dan nyata, membantu siswa memecakan masalah yang praktis dan sederhana. Sains membantu perkembangan skill siswa secara alami, terutama dalam menyelesaikan pekerjaan yang dihadapi. (Young, 1999:1-2)
Siswa yang dilatih atau biasa bekerja dengan metode ilmiah maka skillnya dapat berkembang.
4. Karangan yang ditulis oleh dua orang atau lebih
a. Jika karangan ditulis oleh dua orang maka semua nama penulis dicantumkan setiap kali mengutip karangan tersebut.
b. Untuk karangan yang ditulis oleh tiga sampai lima orang, semua nama dikutip pada penulisan referensi pertama kali. Selanjutnya cukup dengan menulis nama pengarang pertama, diikuti dengan tulisan et al (tidak digarisbawahi dan tanpa titik setelah kata et) dan tahunnya.
Bab III. Prosedur Pelaksanaan
a. Subyek Penelitian
Subjek pembelajaran adalah peserta didik di sekolah. Waktu dan lamanya tindakan dikemukakan secara rinci sesuai dengan banyak siklus yang diprediksikan.
b. Lokasi dan Waktu
Kelas dan sekolah/TK tempat pengembangan dikemukakan secara jelas.
c. Prosedur penelitian
Prosedur/langkah-langkah PTK diuraikan secara rinci dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi untuk setiap siklus.
1. Perencanaan tindakan menggambarkan secara rinci hal-hal yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran, media, bahan dan alat, instrumen observasi, evaluasi, dan refleksi).
2. Pelaksanaan tindakan berisi uraian tahapan dalam setiap siklus tindakan yang akan dilakukan oleh tim pengembang maupun peserta didik dalam pembelajaran.
3. Observasi menggambarkan perubahan proses dan hasil pembelajaran yang diamati dan cara pengamatannya.
4. Refleksi menguraikan cara evaluasi dan hasil asesmen berupa tingkat ketercapaian indikator keberhasilan serta gambaran eksplanasi dan makna dari perubahan proses-dan-hasil pembelajaran sebagai dasar penentuan langkah tindak lanjut.
Dalam PTK, satu siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi evaluasi, dan refleksi. Siklus kegiatan pengembangan dirancang berdasarkan tingkat pencapaian indikator keberhasilan. Untuk memantapkan hasil tindakan, tiap siklus dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Observasi proses pembelajaran dilakukan terus-menerus oleh guru dan dosen selama proses pengembangan berlangsung. Guru berperan ganda: sebagai pengajar dan sebagai pengamat. Dalam rencana tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peran dan intensitas kegiatan tiap anggota tim pengembang, sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam pengembangan inovasi tersebut.
Untuk dapat membantu menyusun bagian ini, disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel sebagaimana contoh berikut :
Siklus I Perencanaan:
Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah 1. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM
2. Menentukan pokok bahasan
3. Mengembangkan skenario pembelajaran
4. Menyusun LKM
5. Menyiapkan sumber belajar
6. Mengembangkan format evaluasi
7. Mengembangkan format observasi pembelajaran
Tindakan • Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM
Pengamatan • Melakukan observasi dengan memakai format observasi
• Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM
Refleksi • Melakukan evaluasi yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
• Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario, LKM, dan lain-lain.
• Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
Siklus II Perencanaan • Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah
• Pengembangan program tindakan II
Tindakan • Pelaksanaan program tindakan II
Pengamatan • Pengumpulan data tindakan II
Refleksi • Evaluasi tindakan II
Siklus-siklus berikutnya
Kesimpulan, saran

D. Teknik Pengambilan Data
Dalam penelitian pengembangan dan inovasi pembelajaran ini teknik pengambilan data berupa :
a. Lembar Observasi
Lembar observasi ini digunakan untuk mengobservasi kegiatan guru selama proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
b. Catatan Lapangan (Field Notes)
Catatan lapangan digunakan untuk mengobservasi kegiatan guru dan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar masing-masing siklus.
c. Data kinerja siswa
Data kinerja siswa adalah data yang terkumpul hasil pekerjaan mahasiswa.
d.Tes Prestasi Belajar
Tes prestasi belajar mengajar digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman konsep mahasiswa.
E. Teknik Analisis Data
Dalam pelaksanaan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran ini, ada dua jenis data yang terkumpul yaitu:
a. Data Kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa. Data ini akan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif.
b. Data Kuantitatif yaitu berupa data hasil prestasi belajar mahasiswa. Misalnya mencari rerata, presentase keberhasilan belajar dll. Dimana data nanti akan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan berisi uraian mengenai perubahan proses dan hasil pembelajaran tiap-tiap siklus dengan data lengkap, disertai penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu perubahan pada diri peserta didik, atmosfer belajar, dan guru. Grafik dan/atau tabel, foto dapat digunakan secara optimal untuk mengemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi.
Pembahasan dilakukan dengan mengaitkan temuan dengan tindakan, indikator keberhasilan, dan dampak pengiring.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Bagian ini berisi simpulan hasil pengembangan inovasi (potret kemajuan) berdasarkan temuan yang sesuai dengan rumusan masalah. Saran tindak lanjut diberikan berdasarkan simpulan.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. Daftar Pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. Daftar Pustaka dapat bersumber pada buku, jurnal, majalah dan internet dengan tata cara penulisan
Penulisan Daftar Pustaka
Daftar Pustaka hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah, ditulis secara konsisten dan alphabetis. Daftar Pustaka dapat bersumber pada buku, jurnal,majalah dan internet dengan tata cara penulisan sebagai berikut.
1. Buku
Nama Pengarang. (tahun terbit). Judul Buku (cetak miring). Edisi buku. Kota Penerbit: Nama Penerbit. (model American Psychology Association/APA edisi kelima).
Contoh:
Wiersma, W. (1995). Research Methods in Education: An Introduction. Boston:
Allyn and Bacon.
2. Artikel/Bab dalam suatu Buku
Nama Pengarang. (tahun terbit). Judul Artikel. In/Dalam Nama Editor (Ed.). Judul Buku (cetak miring). Edisi. Nama Penerbit: Kota Penerbit, halaman
Contoh:
Schoenfeld, A.H., (1993). On Mathematics as Sense Making: An Informal Attackon the Unfortunate Divorce of Formal and Informal Mathematics. In J.F. Voss.,D.N. Perkins & J.W. Segal (Eds.). Informal Reasoning and Education.Hillsdale. NJ: Erlbaum, pp. 311-344.7
3. Artikel dari Jurnal
Nama Pengarang, (Tahun). Judul Artikel, Nama Jurnal (cetak miring). Volume Jurnal, halaman.
Contoh:
Mikusa, M.G. & Lewellen, H., (1999). Now Here is That, Authority on Mathematics Reforms, The Mathematics Teacher, 92: 158-163.
4. Majalah
Nama Pengarang, (Tahun). Judul Artikel, Nama Majalah (cetak miring). Volume Terbitan, Nomor Terbitan, halaman.
Contoh:
Ross, D., (2001). The Math Wars, Navigator, Vol 4, Number 5, pp. 20-25.
5. Internet
Nama Pengarang, (Tahun). Judul (cetak miring). alamat website. Tanggal akses.
Contoh:
Wu, H. H., (2002). Basic Skills versus Conceptual Understanding: A Bogus Dichotomy in Mathematics Education. Tersedia pada http://www.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

askum..ibu rahayu.
saya mau nnyak tentak format observasi kpd guru n murid?cz saya jg melakukan PTK skrg n msh dsrh revisi trs ma dosen. tolong jwbnnya dkrm ke email saya (bundapur_1@yahoo.com) syamsul mhsswa UNISMA